<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2698287868244869233</id><updated>2012-02-16T21:01:38.616-08:00</updated><title type='text'>Bias Family - Bersama Pasti Lebih Baik</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://biascommunity.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2698287868244869233/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://biascommunity.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Bias Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01135284014737945322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://bp3.blogger.com/_0-NqRI3GBuw/R_woj5zmMBI/AAAAAAAAAAc/z_WE2clmmBQ/S220/BIAS3.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2698287868244869233.post-1023777503385914344</id><published>2008-12-04T05:36:00.000-08:00</published><updated>2008-12-04T05:45:03.671-08:00</updated><title type='text'>Windi &amp; Euis Akhirnya.....</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_0-NqRI3GBuw/STfepf0opEI/AAAAAAAAAKo/qm3yl3BCfZ0/s1600-h/IMG0449A.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275930292986094658" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_0-NqRI3GBuw/STfepf0opEI/AAAAAAAAAKo/qm3yl3BCfZ0/s200/IMG0449A.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Akhirnya datang juga......kata itu mungkin yang bisa ku ucapkan kepada kalian berdua. Ya.....akhirnya waktu itu datang jua. Sebentar lagi status kalian akan berubah, kalian memang beda....beda karena kalian sudah ada yang punya. Kalian akan membangun mahligai keluarga (bahasanya keren ya....) dan akan mengarungi suka duka kehidupan bersama pasangan kalian. Tentu ini merupakan berita bahagia bagi kami (Bias-red), karena 2 anggota kami sudah laku (barang kalee pake laku segala). Semoga kalian bisa membina keluarga yang sakinah sesuai dengan tuntutan agama. Dan semoga dengan bertambahnya keluarga bias, tidak akan mengurangi silaturahmi diantara kita, karena banyak cita2 yang belum kita capai dan banyak harapan yang belum tercipta. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menyesal sekali, dihari bahagia kalian, aku tidak bisa hadir untuk menyaksikan pesta pernikahan kalian. Tapi aku mengirimkan doa, jauh2 dari Palembang, semoga kalian bahagia...Dan acara pernikahan nanti lancar tanpa ada gangguan dan hambatan...Amien....Win ....Euis...Akhirnya..............&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2698287868244869233-1023777503385914344?l=biascommunity.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://biascommunity.blogspot.com/feeds/1023777503385914344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2698287868244869233&amp;postID=1023777503385914344' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2698287868244869233/posts/default/1023777503385914344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2698287868244869233/posts/default/1023777503385914344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://biascommunity.blogspot.com/2008/12/windi-euis-akhirnya.html' title='Windi &amp; Euis Akhirnya.....'/><author><name>Bias Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01135284014737945322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://bp3.blogger.com/_0-NqRI3GBuw/R_woj5zmMBI/AAAAAAAAAAc/z_WE2clmmBQ/S220/BIAS3.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_0-NqRI3GBuw/STfepf0opEI/AAAAAAAAAKo/qm3yl3BCfZ0/s72-c/IMG0449A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2698287868244869233.post-7242950244587879963</id><published>2008-08-12T20:46:00.000-07:00</published><updated>2008-08-12T21:17:12.500-07:00</updated><title type='text'>Menjadi Seorang Sahabat</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_0-NqRI3GBuw/SKJgQKaYMxI/AAAAAAAAAIE/TCbcUGj2fqI/s1600-h/logo+bias.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5233851547747103506" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_0-NqRI3GBuw/SKJgQKaYMxI/AAAAAAAAAIE/TCbcUGj2fqI/s200/logo+bias.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu perbedaan antara menjadi seorang kenalan dan menjadi seorang sahabat. Pertama, seorang kenalan adalah seorang yang namanya kau ketahui, yang kau lihat berkali-kali, yang dengannya mungkin kau miliki persamaan, dan yang disekitarnya kau merasa nyaman. Ia adalah orang yang dapat kau undang ke rumahmu dan dengannya kau berbagi. Namun mereka adalah orang yang dengannya tidak akan kau bagi hidupmu, yang tindakan-tindakannya kadang-kadang tidak kau mengerti karena kau tidak cukup tahu tentang mereka.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, seorang sahabat adalah seseorang yang kau cintai. Bukan karena kau jatuh cinta padanya, namun kau peduli akan orang itu, dan kau memikirkannya ketika mereka tidak ada. Sahabat-sahabat adalah orang dimana kau diingatkan ketika kau melihat sesuatu yang mungkin mereka sukai, dan kau tahu itu karena kau mengenal mereka dengan baik. Mereka adalah orang-orang yang fotonya kau miliki dan wajahnya selalu ada di kepalamu. Mereka adalah orang-orang yang kau lihat dalam pikiran mu ketika kau mendengar sebuah lagu di radio karena mereka membuat dirimu berdiri untuk menghampiri mereka dan mengajak berdansa dengan mereka atau mungkin kau yang berdansa dengan mereka, mungkin mereka menginjak jari kakimu, atau sekedar menempatkan kepala mereka di pundakmu. Mereka adalah orang-orang yang diantaranya kau merasa aman karena kau tahu mereka peduli terhadapmu. Mereka menelpon hanya untuk mengetahui apa kabarmu, karena sahabat sesungguhnya tidak butuh suatu alasanpun.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mereka berkata jujur-pertama kali - dan kau melakukan hal yang sama. Kau tahu bahwa jika kau memiliki masalah, mereka akan bersedia mendengar. Mereka adalah orang-orang yang tidak akan menertawakanmu atau menyakitimu, dan jika mereka benar-benar menyakitimu, dan jika mereka benar-benar menyakitimu, mereka akan berusaha keras untuk memperbaikinya. Mereka adalah orang-orang yang kau cintai dengan sadar ataupun tidak. Mereka adalah orang-orang dengan siapa kau menangis ketika kau tidak diterima di perguruan tinggi dan selama lagu terakhir di pesta perpisahan kelas dan saat wisuda.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah orang-orang yang pada saat kau peluk, kau tak akan berpikir berapa lama memeluk dan siapa yang harus lebih dahulu mengakhiri. Mungkin mereka adalah orang yang memegang cincin pernikahanmu, atau orang yang mengantarkan / mengiringmu pada saat pernikahanmu, atau mungkin adalah orang yang kau nikahi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dikutip dari &lt;a href="http://www.dudung.net/artikel-bebas/menjadi-seorang-sahabat.html"&gt;Dudung.net&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2698287868244869233-7242950244587879963?l=biascommunity.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://biascommunity.blogspot.com/feeds/7242950244587879963/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2698287868244869233&amp;postID=7242950244587879963' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2698287868244869233/posts/default/7242950244587879963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2698287868244869233/posts/default/7242950244587879963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://biascommunity.blogspot.com/2008/08/menjadi-seorang-sahabat.html' title='Menjadi Seorang Sahabat'/><author><name>Bias Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01135284014737945322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://bp3.blogger.com/_0-NqRI3GBuw/R_woj5zmMBI/AAAAAAAAAAc/z_WE2clmmBQ/S220/BIAS3.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_0-NqRI3GBuw/SKJgQKaYMxI/AAAAAAAAAIE/TCbcUGj2fqI/s72-c/logo+bias.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2698287868244869233.post-227301511279047738</id><published>2008-05-21T04:03:00.001-07:00</published><updated>2008-05-21T04:04:07.670-07:00</updated><title type='text'>MAHASISWA BANJARHARJO, BERHATI-HATILAH!!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_0-NqRI3GBuw/SDQA2GriznI/AAAAAAAAAB4/VuXWUguTKIM/s1600-h/Brebes.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 140px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_0-NqRI3GBuw/SDQA2GriznI/AAAAAAAAAB4/VuXWUguTKIM/s200/Brebes.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202784399025950322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_0-NqRI3GBuw/SDQAkGrizmI/AAAAAAAAABw/0cJjfICf1Ew/s1600-h/Brebes.gif"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Sudah semenjak lama sebenarnya saya ingin menulis hal ini, suatu hal yang selama ini terus mengganjal dalam benak. Sekarang coba saya tumpahkan segala kegundahan dalam hari, semoga ini bisa jadi bahan refleksi atas jalan yang sudah kita tempuh.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Saya memulai tulisan ini dari sebuah fenomena yang menarik yang ada di daerah Banjarharjo (khususnya banjarharjo selatan, karena saya berasal dari sana), fenomena itu adalah semakin banyaknya para orang tua yang menyekolahkan anaknya, tidak hanya ke jenjang menengah atas, tapi juga sampai ke jenjang perguruan tinggi. Ini jelas menjadi hal yang sangat baik, karena hal itu bisa mengindikasikan semakin pedulinya orang tua terhadap pendidikan anaknya. &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Bila dilihat secara sepintas, hal tersebut sesuatu yang baik, bagaimana tidak, hal itu mengindikasikan bahwa ke depannya akan banyak generasi-generasi muda yang mempunyai intelektual yang cukup untuk bisa membangun desa-desanya. Apalagi sebagai mahasiswa mereka dituntut untuk menjadi &lt;i&gt;agent of change&lt;/i&gt; dimanapun dia berada. Sosok mahasiswa yang identik mempunyai idealisme yang kuat serta mampu berpikir kritis, tentu akan menjadi modal yang bagus untuk melakukan proses edukasi pada masyarakat. &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Apa yang saya ungkapkan di atas adalah kondisi ideal yang harus dipenuhi dan dijalani oleh mahasiswa sebagai manusia intelektual yang pembelajar. Tetapi sayang, bila melihat kondisi riil di lapangan, saya justru banyak menjumpai hal sebaliknya. Hal ini bisa dilihat dari ketidaktahuannya peran dia sebagai mahasiswa. Banyak teman-teman yang mengalami sindrom gejala &lt;i&gt;anomie&lt;/i&gt;, sebuah gejala dimana seseorang kehilangan pegangan terhadap apa yang dianutnya, hal ini diakibatkan karena dia mencoba memahami nilai-nilai baru sedangkan nilai-nilai lama yang dia pegangnya pun masih belum lepas sepenuhnya, sehingga hal tersebutlah yang menyebabkan kebimbangan. &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Contoh sederhana, seorang mahasiswa yang kuliah di kota besar, dia datang sebagai anak desa yang memegang teguh nilai-nilai kesopanan. Pada saat di kota besar dia hidup menjadi anak kost bersama teman yang sudah dulu berada di kota itu (senior), temannya (senior) itu dulu teman main dia atau bahkan teman &lt;i&gt;ngaji&lt;/i&gt; bareng, tetapi betapa kagetnya ketika dia melihat seniornya memasukan cewek ke dalam kamar kosnya. Pertama tentu dia tidak setuju dengan peristiwa itu bahkan mungkin mengutuknya. Tetapi karena kejadiannya berlangsung terus menerus, sehingga akhirnya dia mencoba menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang “wajar” walaupun dia masih menganggap hal itu bukan hal yang benar. Cerita ini akan berlanjut terus menerus, sampai ada yuniornya yang akan menjadi generasi berikutnya. &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Itu hanya cerita kecil yang terjadi, dan masih banyak lagi mahasiswa yang menjalani kuliah hanya sebagai rutinitas belaka, mereka hanya datang duduk dan diam. Kalaupun beberapa perubahan yang dibawa oleh mereka, tetapi itupun lebih hanya bersifat fisik dan penampilannya yang lebih kebarat-baratan. Tentu hal ini akan jadi ironis dengan harapan orang tuanya yang berharap banyak akan kesuksesan anaknya. &lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Apalagi bila dibenturkan dengan realitas yang ada di dunia kerja, dimana persaingan untuk mendapat pekerjaan semakin ketat, karena banyaknya pencari lowongan kerja dibanding jumlah lowongan yang tersedia. Masalahnya akan bertambah dengan kurangnya keterampilan yang dimiliki oleh mahasiswa yang baru lulus. Sehingga membuat posisi tawarnya semakin lemah, tidak heran kalau ada sarjana yang dibayar sangat murah. Semakin lengkaplah penderitaan….&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Apa yang saya tulis bukan untuk menakut-nakuti, saya hanya mencoba memotret kondisi riil yang terjadi yang coba dibenturkan dengan kondisi ideal yang seharusnya. Karena saya yakin secara potensi anak-anak mahasiswa banjarharjo (selatan) tidak kalah dengan daerah lain. Kita sebenarnya mempunyai modal untuk sukses, itu terjadi bila kita memegang nilai-nilai kebenaran dan kesopanan, mau bekerja keras dan pantang menyerah dalam menghadapi kegagalan. Untuk bisa bersaing setelah kita lulus nanti kita bisa mempersiapkan keterampilan yang akan dibutuhkan dalam dunia riil. Dan masa-masa kuliah lah waktu yang tepat untuk bisa mempersiapkan itu semua. Jadilah manusia intelektual yang mampu berpikir kritis dan menjadi manusia pembelajar yang selalu mengasah gergaji kemampuannya. Sehingga bila dianalogikan setelah lulus kita akan berperang, maka kita tidak takut karena kita sudah punya senjata yang lengkap untuk bertempur.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt; Saya hanya bisa berharap, semoga apa yang saya ungkapkan hanya merupakan sebuah ketakutan belaka tanpa akan terjadi menjadi sebuah realitas yang nyata. Semoga….&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2698287868244869233-227301511279047738?l=biascommunity.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://biascommunity.blogspot.com/feeds/227301511279047738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2698287868244869233&amp;postID=227301511279047738' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2698287868244869233/posts/default/227301511279047738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2698287868244869233/posts/default/227301511279047738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://biascommunity.blogspot.com/2008/05/sudah-semenjak-lama-sebenarnya-saya.html' title='MAHASISWA BANJARHARJO, BERHATI-HATILAH!!!'/><author><name>Bias Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01135284014737945322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://bp3.blogger.com/_0-NqRI3GBuw/R_woj5zmMBI/AAAAAAAAAAc/z_WE2clmmBQ/S220/BIAS3.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_0-NqRI3GBuw/SDQA2GriznI/AAAAAAAAAB4/VuXWUguTKIM/s72-c/Brebes.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2698287868244869233.post-465316151510880396</id><published>2008-04-11T00:15:00.000-07:00</published><updated>2008-04-11T00:23:33.908-07:00</updated><title type='text'>Persahabatan (Sahabat Sejati)</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_0-NqRI3GBuw/R_8R4-FX-xI/AAAAAAAAAA0/sTBk4lZbPh0/s1600-h/temensejati.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187884966189988626" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_0-NqRI3GBuw/R_8R4-FX-xI/AAAAAAAAAA0/sTBk4lZbPh0/s200/temensejati.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkandan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatanmempunyai nilai yang indah.&lt;br /&gt;Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapipersahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkanbertumbuh bersama karenanya…&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapimembutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkanbesi,demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatandiwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti,diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak,namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukandengan tujuan kebencian.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahanuntuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnyaia memberanikan diri menegur apa adanya.&lt;br /&gt;Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman,tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkandengan tujuan sahabatnya mau berubah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usahapemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kitamembutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasimencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasihdari orang lain, tetapi justru ia beriinisiatif memberikandan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya,karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati,namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namunada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal seringkali menjadi penghancurpersahabatan antara lain :1. Masalah bisnis UUD (Ujung-Ujungnya Duit)2. Ketidakterbukaan3. Kehilangan kepercayaan4. Perubahan perasaan antar lawan jenis5. Ketidaksetiaan.Tetapi penghancur persahabatan ini telah berhasil dipatahkanoleh sahabat-sahabat yang teruji kesejatian motivasinya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Renungkan :**Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang mementingkan diri sendiri“Dalam masa kejayaan, teman2 mengenal kita. Dalam kesengsaraan, kita mengenal teman2 kita.”**&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Diambil dari &lt;a href="http://chute.blogsome.com/2005/04/05/persahabatan-sahabat-sejati/"&gt;http://chute.blogsome.com/2005/04/05/persahabatan-sahabat-sejati/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2698287868244869233-465316151510880396?l=biascommunity.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://biascommunity.blogspot.com/feeds/465316151510880396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2698287868244869233&amp;postID=465316151510880396' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2698287868244869233/posts/default/465316151510880396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2698287868244869233/posts/default/465316151510880396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://biascommunity.blogspot.com/2008/04/persahabatan-sahabat-sejati.html' title='Persahabatan (Sahabat Sejati)'/><author><name>Bias Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01135284014737945322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://bp3.blogger.com/_0-NqRI3GBuw/R_woj5zmMBI/AAAAAAAAAAc/z_WE2clmmBQ/S220/BIAS3.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_0-NqRI3GBuw/R_8R4-FX-xI/AAAAAAAAAA0/sTBk4lZbPh0/s72-c/temensejati.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2698287868244869233.post-8178740929225723727</id><published>2008-04-08T22:34:00.000-07:00</published><updated>2008-04-08T22:51:16.565-07:00</updated><title type='text'>YOU ARE SPECIAL</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_0-NqRI3GBuw/R_xWbZzmMDI/AAAAAAAAAAs/SgYPKWtNAjc/s1600-h/100.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187115899607724082" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_0-NqRI3GBuw/R_xWbZzmMDI/AAAAAAAAAAs/SgYPKWtNAjc/s200/100.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Suatu hari seorang penceramah terkenal membuka seminarnya dengan cara yang unik. Sambil memegang uang pecahan Rp. 100.000,00, ia bertanya kepada hadirin, "Siapa yang mau uang ini?" Tampak banyak tangan diacungkan. Pertandabanyak minat."Saya akan berikan ini kepada salah satu dari Anda sekalian, tapisebelumnya perkenankanlah saya melakukan ini." Ia berdiri mendekati hadirin. Uang itu diremas-remas dengan tangannyasampai berlipat2. Lalu bertanya lagi,"Siapa yang masih mau uang ini?" Jumlah tangan yang teracung tak berkurang."Baiklah," jawabnya, "Apa jadinya bila saya melakukan ini?" ujarnyasambil menjatuhkan uang itu ke lantai dan menginjak2nya dengansepatunya. Meski masih utuh, kini uang itu jadi amat kotor dan tak mulus lagi."Nah, apakah sekarang masih ada yang berminat?" Tangan-tangan yangmengacung masih tetap banyak. "Hadirin sekalian, Anda baru saja menghadapi sebuah pelajaran penting. Apapun yang terjadi dengan uang ini, anda masih berminat karena apa yang saya lakukan tidak akan mengurangi nilainya. Biarpunlecek dan kotor, uang itu tetap bernilai Rp. 100.000,00.Dalam kehidupan ini kita pernah beberapa kali terjatuh, terkoyak, danberlepotan kotoran akibat keputusan yang kita buat dan situasi yangmenerpa kita. Dalam kondisi seperti itu, kita merasa tak berharga, tak berarti. Padahal apapun yang telah dan akan terjadi, Anda tidak pernah akan kehilangan nilai di mata mereka yang mencintai Anda, terlebih di mata Tuhan. Jangan pernah lupa - Anda spesial...!! !&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2698287868244869233-8178740929225723727?l=biascommunity.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://biascommunity.blogspot.com/feeds/8178740929225723727/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2698287868244869233&amp;postID=8178740929225723727' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2698287868244869233/posts/default/8178740929225723727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2698287868244869233/posts/default/8178740929225723727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://biascommunity.blogspot.com/2008/04/you-are-specialsuatu.html' title='YOU ARE SPECIAL'/><author><name>Bias Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01135284014737945322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://bp3.blogger.com/_0-NqRI3GBuw/R_woj5zmMBI/AAAAAAAAAAc/z_WE2clmmBQ/S220/BIAS3.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_0-NqRI3GBuw/R_xWbZzmMDI/AAAAAAAAAAs/SgYPKWtNAjc/s72-c/100.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2698287868244869233.post-2080682678162196950</id><published>2008-04-08T20:53:00.000-07:00</published><updated>2008-04-08T21:02:36.382-07:00</updated><title type='text'>Arti Sebuah Sahabat</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_0-NqRI3GBuw/R_w_spzmMCI/AAAAAAAAAAk/iDMiIElI5nE/s1600-h/BIAS5.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5187090907193028642" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_0-NqRI3GBuw/R_w_spzmMCI/AAAAAAAAAAk/iDMiIElI5nE/s200/BIAS5.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Teman dan sahabat, apa bedanya. Menurut saya jelas keduanya sangat berbeda. Dari susunan kalimatnya saja sudah jauh berbeda. Kalau menurut Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer” teman mempunyai makna sebagai ”sesama teman harus saling membantu”. Sedangkan sahabat atau persahabatan, masih menurut kamus itu adalah ”persahabatan yang kekal tidak akan bisa dibeli dengan uang”.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Coba saya sedikit ngasih analisa tentang dua pengertia diatas, dan juga akan saya coba bandingkan dengan kehidupan nyata di dunia ini. Pertama teman, sesama teman harus saling membantu. Saya tidak sepenuhnya setuju dengan pengertian ini, karena menurut saya kenyataannya bahwa teman tidak seperti itu. Teman menurut saya lebih pada pengertian yang sempit. Seperti teman bermain, teman bekerja, teman tidur dan teman-teman yang lain, hanya sebatas teman. Teman bermain ya hanya teman bermain saja, teman bekerja ya hanya teman bekerja saja. Pertemanan hanya sebatas ruang lingkup itu saja, dan kalau sudah diluar itu maka bisanya tidak akan ada hubungan apa-apa lagi. Biasanya teman tidak akan atau tidak mau merasakan apa yang sedang di rasakan oleh teman yang lainnya. Mereka cenderung tidak mau peduli, walapun tidak semuanya seperti itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Namun dari sekian teman itu, ada satu teman yang sangat bagus yaitu teman hidup. Namanya saja teman hidup, berarti susah senang akan dilalui bersama. Teman hidup di sini saya bisa mengartikannya sebagai jodoh (isteri atau suami). Kalau teman yang satu ini pasti akan berbeda dengan teman-teman yang lain.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya persahabatan, ”persahabatan yang kekal tidak akan bisa dibeli dengan uang”. Saya setuju dengan ini, karena memang persahabatan harus seperti itu. Dan kalau boleh saya kasih tingkatan, teman dulu baru persahabatan. Untuk mencari sahabat ini sangat susah, jujur sampai saat ini saya belum menemukan di dunia ini arti sebuah persahabatan. Saya sering kali hanya menemukannya arti dari teman. Karena hanya sebatas teman. Persabahatan hampir sama dengan jodoh, namun kalau di sini bukan isteri atau suami kita. Sahabat biasanya mengerti betul apa yang kita rasakan, baik itu sedih atau duka. Sahabat akan membantu kita jika kita ada masalah, tidak melihat kita ada uang atau tidak, tidak melihat kita pinter atau tidak, tidak melihat kita cakep atau tidak, dan lain sebagainya dan lain sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mencari teman itu gampang, namun mencari sahabat itu sangat susah. Seperti di sebuah lirik lagu ”raja dangdut” mencari teman itu mudah apa bila untuk teman suka, mencari teman itu susah apa bila untuk teman duka. Benar pak haji, mencari teman itu mudah kalau untuk bersenang-senang. Kita punya duit, punya kendaraa, saya yakin gampang sekali mencari teman. Tetapi apabila kita sedang tidak ada duit cendrung mereka akan meninggalkan kita. Nah mencari teman untuk duka/susah itu yang paling susah. Mana ada teman yang mau diajak untuk susah, mana ada teman yang mau mengerti dengan masalah kita.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hanya sahabat yang mengerti dan memahami kita. Baik di dalam susah atau senang. Hanya sahabat yang mau membantu kita di saat kita menemui persoalan.&lt;br /&gt;Sahabat dan teman jelas berbeda !!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Diambil dari&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://prayogo.wordpress.com/2006/07/08/percobaan/"&gt;http://prayogo.wordpress.com/2006/07/08/percobaan/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2698287868244869233-2080682678162196950?l=biascommunity.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://biascommunity.blogspot.com/feeds/2080682678162196950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2698287868244869233&amp;postID=2080682678162196950' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2698287868244869233/posts/default/2080682678162196950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2698287868244869233/posts/default/2080682678162196950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://biascommunity.blogspot.com/2008/04/arti-sebuah-sahabat.html' title='Arti Sebuah Sahabat'/><author><name>Bias Family</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01135284014737945322</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://bp3.blogger.com/_0-NqRI3GBuw/R_woj5zmMBI/AAAAAAAAAAc/z_WE2clmmBQ/S220/BIAS3.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_0-NqRI3GBuw/R_w_spzmMCI/AAAAAAAAAAk/iDMiIElI5nE/s72-c/BIAS5.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
